All for Joomla All for Webmasters
Artikel

Penggolongan Warna

Artikel kali ini akan membahas lebih dalam tentang warna, khususnya penggolongan warna. Artikel ini akan berlanjut pada beberapa artikel berikutnya dikarenakan pembahasannya yang cukup panjang, namun tetap menarik untuk diketahui. So, mari kita memperluas wawasan kita akan warna. Kali ini kita akan membahas penggolongan warna menurut teori seorang ilmuan bernama Brewster.

Penggolongan warna yang pertama adalah warna primer yang merupakan deret warna yang tercipta bukan dari hasil percampuran warna lain. Golongan warna yang termasuk dalam warna primer adalah merah, biru, dan kuning. Berdasarkan Teori Brewster warna-warna ini digolongkan ke dalam warna-warna dasar. Sementara warna-warna lainnya merupakan bentukan atau hasil percampuran dari warna-warna primer. Warna yang dimaksud dalam warna primer ini yaitu warna merah seperti darah, biru seperti langit atau laut, dan kuning seperti kuning telur. Ketiga warna inilah yang sampai saat ini dipakai dalam bidang seni rupa.

Penggabungan dari warna-warna primer disebut dengan warna sekunder. Sementara penggabungan dari warna primer dan warna sekunder disebut warna tersier. Sebenarnya secara teknik warna merah-kuning-biru bukan merupakan warna pigmen primer. Mengapa bisa seperti itu? Sebab warna primer yang sesungguhnya adalah magenta, kuning, dan cyan. Jadi merah pada dasarnya merupakan istilah yang kurang akurat untuk menyebut warna magenta. Sementara biru adalah istilah yang kurang akurat untuk menyebut warna cyan. Sementara itu, biru, bersama dengan warna hijau sebenarnya adalah warna sekunder. Tetapi kedua warna ini merupakan warna primer dalam cahaya, bersama dengan warna merah.

Warna primer sebenarnya bukanlah miliki cahaya, namun lebih ke arah konsep biologis yang didasarkan pada respon fisiologis dari mata manusia terhadap cahaya. Cahaya sendiri merupakan spektrum berkesinambungan dari panjang gelombang yang berarti terdapat sejumlah warna yang tak terhingga. Namun mata manusia hanya memiliki tiga jenis alat penerima cahaya yang disebut sel kerucut (di retina), di mana, sel ini yang merespon panjang gelombang cahaya tertentu. Manusa memiliki tiga macam reseptor warna yang disebut makhluk trichromat. Manusia dapat melihat sampai dengan 400 nanometer yaitu warna violet. Sedangkan makhluk hidup dengam empat reseptor yang disebut tetrachromat, dengan 4 reseptor warna, makhluk ini dapat melihat warna ultraviolet sampai dengan 300 nanometer. Warna primer keempat ini kemugnkinan bertempat di panjang gelombang yang lebih rendah dan kemungkinan adalah warna magenta spektral murni. Warna ini lebih dari sekedar magenta yang kita lihat sebagai campuran dari warna merah dan biru.

Inilah asal mula dari warna-warna yang kita lihat selama ini. Warna-warna ini kemudian dicampurkan dengan menggunakan media penggabungan pancaran cahaya sehingga menghasilkan warna-warna yang dikenal dalam dunia desain dan percetakan digital, seperti RGB, CMYK, RYB, dan sebagainya.

Warna primer additif

Sistem warna additif merupakan alat yang digunakan untuk menggabungkan pancaran cahaya untuk menciptakan suatu sensasi warna.  Warna primer additif adalah merah, hijau dan biru. Campuran warna cahaya merah dan hijau akan menghasilkan nuansa warna kuning atau orange. Sementara itu, campuran hijau dan biru menghasilkan nuansa cyan. Sedangkan campuran merah dan biru menghasilkan nuansa ungu dan magenta. Campuran dengan proporsi seimbang dari warna additif primer ini akan menghasilkan nuansa warna kelabu. Jika ketiga warna ini disaturasikan penuh, maka hasilnya adalah warna putih. Ruang warna atau model warna yang dihasilkan disebut dengan RGB (red, green, blue).

RGB disebut juga warna pencahayaan, hal itu dikarenakan apabila dalam suatu ruang yang sama sekali tidak ada cahaya, maka ruangan tersebut adalah gelap total. Tidak ada signal gelombang cahaya yang diserap oleh mata kita atau RGB (0,0,0).

RGB disebut juga warna pencahayaan, hal itu dikarenakan jika tidak ada signal gelombang cahaya yang diserap oleh mata kita atau RGB (0,0,0) maka ruang tersebut sama sekali tidak ada cahaya dan akan menjadi gelap total. Apabila kita menambahkan cahaya merah pada ruangan tersebut, maka ruangan akan berubah warna menjadi merah. Misalnya RGB (255,0,0), semua benda dalam ruangan tersebut hanya dapat terlihat berwarna merah. Demikian halnya apabila cahaya kita ganti dengan hijau atau biru. Warna RGB inii juga yang difungsikan untuk tampilan di monitor komputer karena warna latar belakang komputer adalah hitam. Jadi, R = Red (merah) G= Green (hijau) dan B = Blue (biru) sebagai warna dasar difungsikan untuk berbagi intensitas cahaya sehingga mencerahkan warna latar belakang  yang  gelap yaitu hitam.

Selain berfungsi sebagai warna latar belakang monitor pada komputer, Warna RGB juga digunakan untuk televisi dan scanner. Warna yang ditampilkan RGB selalu terang dan menyenangkan. Warna RGB pada dasarnya memang di setting untuk display monitor, bukan untuk cetak, sehingga lebih leluasa dalam bermain warna.

Warna primer subtraktif

Metode campuran warna substraktif merupakan media yang menggunakan pantulan cahaya untuk menghasilkan warna. Rangkaian warna primer subtraktif terdiri dari warna merah, kuning, biru / RYB (red, yellow, blue). Campuran warna ini paling sering digunakan dalam bidang seni rupa (seni lukis). Ruang warna RYB membentuk triad warna primer dalam sebuah lingkaran warna standar; juga warna sekunder: violet, orange atau jingga dan hijau. Triad warna tersusun dari 3 warna yang berjarak sama dalam sebuah lingkaran warna.

Pemakaian warna merah, biru, kuning sebagai warna primer menghasilkan gamut (rentang warna) yang tergolong sempit atau kecil, sehingga beberapa warna tidak bisa dicapai dengan campuran tersebut. Oleh karena itu, percetakan warna yang modern menggunakan campuran warna magenta, kuning, cyan, atau yang sering kita sebut sebagai CMYK, bukan RYB.

Dalam industri percetakan, untuk menghasilkan warna bervariasi dan sesuai dengan desain, digunakan pemakaian warna primer subtraktif, yaitu magenta, kuning dan cyan dalam ukuran yang bermacam-macam. CMYK didapatkan dari mengurai tinta atau disebut juga campuran warna subtraktif.

Campuran kuning dan cyan menghasilkan nuansa warna hijau. Sementara campuran kuning dengan magenta menghasilkan nuansa warna merah. Sedangkan campuran magenta dengan cyan menghasilkan nuansa biru. Dalam takaran yang seimbang, kombinasi tiga warna ini akan menghasilkan nuansa warna kelabu dan akan menjadi hitam jika ketiganya disaturasikan secara penuh, tetapi dalam praktek hasilnya cenderung menjadi warna kotor kecoklatan.

Oleh karena itu, seringkali dipakai warna keempat, yaitu hitam, sebagai tambahan dari cyan, magenta dan kuning. Ruang warna yang dihasilkan disebut dengan CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black). Hitam disebut dengan ”K” (key) yang berarti key plate dalam percetakan (plat cetak yang menciptakan detail artistik pada gambar, biasanya menggunakan warna tinta hitam).

Warna sekunder

Warna sekunder merupakan hasil pencampuran warna-warna primer dengan perbandingan ukuran 1:1. Misalnya, warna jingga merupakan hasil kombinasi warna merah dan kuning, hijau adalah kombinasi biru dan kuning, sementara campuran merah dan biru menghasilkan warna ungu.

Warna tersier

Warna tersier merupakan campuran salah satu warna primer dengan salah satu warna sekunder. Contohnya, warna jingga kekuningan merupakan hasil kombinasi warna kuning dan jingga.

 

Percampuran dari ketiga warna dasar dalam perbandingan 1:1:1 akan menghasilkan warna netral. Hasil dari campuran ketiga warna ini secara tepat akan menuju ke warna hitam. Percampuran ini sering kali muncul sebagai penyeimbang warna-warna kontras di alam.

Berikut ini warna-warna yang tergolong dalam warna netral:

1. Hitam

Dari segi psikologis, hitam dapat menimbulkan beberapa kesan. Di sisi yang positif, hitam dapat memberikan kesan keanggunan, firmalitas, dan kekuatan. Dari sisi negatif, hitam seringkali digunakan untuk menggambarkan kejahatan, kematian, dan misteri. Hitam juga menggambarkan suasana berkabung di banyak negara Barat. Di beberapa kebudayaan, hitam juga menggambarkan suasana pemberontakan, Halloween, dan klenik. Dalam seni desain hitam juga dapat digunakan untuk menimbulkan kesan canggih dan misteri.

Hitam merupakan warna yang paling kuat dari warna-warna netral lainnya. Selain menggambarkan suasana di atas. Dalam dunia desain hitam seringkali digunakan untuk menimbulkan kesan elegan. Kesan ini dapat ditimbulkan baik secara konservatif ataupun modern, tradisional atau konvensional. Hal ini bergantung dari warna-warna apa yang dipadukan dengan warna hitam.

2. Putih

Warna ini biasanya digunakan untuk menggambarkan kesucian, kebersihan, kebaikan, dan kebajikan. Seringkali, warna ini juga digunakan untuk pakaian dari gaun pengantin perempuan pada hari pernikahan. Selain itu, karena menggambarkan kebersihan, warna putih biasa digunakan dalam industri perawatan kesehatan, seperti dokter, perawat, dokter gigi, dan lain-lain.

Warna putih berada pada ujing spektrum dari hitam. Warna ini dapat bekerja sama saat dipadukan dengan warna lain. Karena warnanya yang netral, warna putih seringkali dijadikan warna latar yang memungkinkan warna lainnya menjadi bagian yang menonjol. Warna ini juga seringkali digunakan untuk desain minimalis. Putih juga dapa digunakan baik musim dingin maupun musim panas. Hal ini bergantung dari motif dan warna yang dipadukan dengannya.

3. Abu-abu

Warna abu-abu dapat menimbulkan kesan surat dan menyedihkan. Namun seringkali cahaya dari warna ini digunakan sebagai pengganti untuk warna desain putih. Warna ini merupakan akhir dari spektrum warna. Abu-abu seringkali dianggap sebagai warna yang konservatif dan formal namun bukan berarti tidak dapat digunakan untuk menimbulkan kesan moderen.

4. Coklat

Warna ini merupakan warna netral yang hangat. Warna ini sangat berhubungan dengan bumi, kayu, dan batu. Warna coklat memberikan kesan ketergantungan dan kehandalan serta ketabahan. Warna ini juga sangat membumi namun dapat juga dianggap membosankan. Pada desain coklat biasanya digunakan untuk warna latar belakang. Warna ini juga terkadang digunakan dalam bentuk paling gelap sebagai pengganti warna hitam, baik dalam latar maupun tipografi.

Melalui penggolongan warna netral ini, anda dapat belajar untuk menggunakan warna-warna di atas untuk hasil karya desain yang membutuhkan warna-warna netral sehingga dapat dipadukan dengan warna-warna lainnya. Untuk hasil percetakan terbaik, pastikan anda hanya menggunakan jasa kami.

Penggolongan warna berikutnya yang akan kita pelajari bersama adalah penggolongan warna panas dan warna dingin. Penggolongan kedua jenis warna ini didapatkan dari lingkaran warna primer hingga tersier yang dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar yaitu, warna panas dan warna dingin. Pada artikel kali ini kita hanya akan membahas mengenai warna panas.

Warna yang tergolong dalam warna panas adalah warna merah, orange, dan kuning atau kombinasi dari ketiga warna tersebut. Warna ini adalah warna api, daun musim gugur, dan matahari terbenam serta terbit. Warna-warna ini biasanya digunakan untuk menggambarkan energi, semangat, dan hawa positif.

Warna merah dan kuning adalah warna primer. Jika warna orange dicampurkan pada kedua warna ini, maka warna yang muncul akan memberikan kesan hangat. Warna seperti ini dapat digunakan untuk desain yang menggambarkan kesan bahagiah, bergairah, antusias, dan penuh energi.

Berikut ini warna-warna yang termasuk dalam warna panas :

1. Merah

Warna ini merupakan warna yang paling panas di antara warna lainnya. Merah seringkali dihubungkan dengan api, kekerasan, dan juga peperangan. Seringkali warna ini juga dihubungkan dengan cinta dan gairah. Dalam sejarah, warna merah juga seringkali diberikan untuk melambangkan iblis ataupun cupid (malaikat cinta). Dari segi psikologis, warna merah yang panas dan membangkitkan emosi dapat berpengaruh lebih jauh hingga ke dampak fisik. Misalnya seperti peningkatan tekanan darah dan tingkat respirasi. Warna merah juga digunakan untuk melambangkan peningkatan metabolisme manusia.

Karena warnanya yang panas, warna merak seringkali digunakan untuk menggambarkan situasi yang penuh kemarahan dan juga sebagai peringatan akan sesuatu yang bersifat penting/urgent, seperti tanda peringatan, alarm warning, dan sebagainya.

2. Orange

Seperti namanya, warna orange selalu dikaitkan dengan buah jeruk. Warna ini memberikan kesan yang bersemangat dan energik. Warna ini juga dapat dikaitkan dengan musim gugur dan bumi. Warna ini mewakili perubahan musim.

Selain itu warna orange juga dikaitkan dengan kesehatan dan vitalitas. Hal ini disebabkan karena nama yang sama yang juga digunakan untuk buah. Warna orange juga seringkali digunakan sebagai pengganti dari warna merah. Sifatnya dipandang menimbulkan kesan yang lebih ramah dibandingkan warna merah.

3. Kuning

Dari ketiga warna ini, kuning dianggap sebagai warna yang paling hangat. Sebab, warna ini sama dengan sinar matahari. Selain itu, warna ini juga digunakan untuk menggambarkan kebahagian dan harapan. Di sisi negatif, kuning digunakan untuk menggambarkan penipuan dan pengecut. Seringkali warna ini juga digunakan untuk menunjukkan tanda bahaya, walapun tidak sekuat warna merah.

Warna ini memiliki berbagai pemaknaan yang berbeda di beberapa negara. Misalnya di Mesir, kuning melambangkan suasana berkabung. Sementara itu, di Jepang, kuning melambangkan keberanian. Di India, kuning digunakan untuk pedagang.

Warna kuning yang lembut biasanya digunakan untuk warna gender netral pada bayu dan anak-anak. Cahaya dari warna kuning juga dapat menimbulkan kesan tenang.

Untuk desain yang tepat, gunakan paduan dari ketiga warna ini untuk menggambarkan sebuah kehangatan yang penuh dengan semangat, kebahagian, dan keceriaan. Pastikan anda memilih jasa percetakan yang tepat untuk mewujudkan karya desain terbaik anda

Penggolongan warna sendiri terdiri dari beberapa jenis, yaitu : warna primer, warna sekunder, warna tersier, warna netral, warna panas, warna dingin, dan warna kontras. Pada artikel kali ini kita akan membahas 2 jenis penggolongan sekaligus, yaitu warna dingin dan warna komplementer.

Warna yang termasuk dalam golongan warna dingin adalah warna hijau, biru, dan ungu. Warna ini memberikan kesan pribadi yang pendiam. Yang mewakili warna ini adalah warna malam, alam, dan air yang biasanya membawa ketenangan.

Satu-satunya warna primer dari penggolongan warna dingin ini adalah warna biru. Sedangkan warna lainnya dibuat dengan menggabungkan biru dengan warna hangat (kuning, hijau, dan merah untuk ungu). Warna hijau mengambil beberapa atribut kuning. Sedangkan Warna ungu mengambil atribut warna merah.

  1. Hijau

Hijau menunjukkan sebuah awal yang baru dan pertumbuhan. Warna ini juga memberikan kesan kelimpahan. Namun dari sisi negatif, hijau juga dipakai untuk menggambarkan iri hati, cemburu, dan kurangnya pemahaman.

Hijau memiliki sifat yang menenangkan seperti warna biru. Dalam dunia desain, hijau dapat memiliki menyeimbangkan dan menyelaraskan. Oleh karena itu, warna hijau sangat cocok digunakan untuk desain yang berkaitan dengan kekayaan, stabilitas, dan pembaruan. Untuk warna hijau cerah, biasanya member kesan energik dan bersemangat. Sementara Hijau gelap menggambarkan kemakmuran.

  1. Biru

Pada sisi negative, biru digunakan untuk menggambarkan kesedihan dan hal itu digunakan dalam bahasa Inggris. Namun, biru juga digunakan untuk menggambarkan ketenangan dan tanggung jawab. Warna ini dipandang sebagai warna yang ramah dan menyegarkan. Biru juga seringkali dikaitkan dengan perdamaian dan mempunyai maksa spiritual dalam banyak agama dan tradisi.

Makna dari warna biru pada dasarnya sangatlah luas. Hal ini bergantung dari penggunaan rona keteduhan yang tepat. Cahaya kebiruan menggambarkan suasana santai dan menenangkan. Sementara biru terang memberikan gambaran energi dan kesegaran. Warna biru gelap cocok untuk desain perusahaan yang ingin menggambarkan kekuatan dan kehandalan.

  1. Ungu

Warna ungu memiliki beberapa makna. Warna ini seringkali dihubungkan dengan kerajaan. Namun juga seringkali dikaitkan dengan kreativitas dan imajinasi. Di Thailand, Ungu adalah warna berkabung bagi para janda. Sementara itu warna ungu gelap dikaitkan dengan kekayaan dan royalty. Warna ungu yang ringan seperti lavender memberikan kesan romantis. Ungu gelap memberikan kesan kekayaan dan kemewahan. Sementara cahaya ungu yang lebut berhubungan dengan musim semi dan asmara.

Penggolongan berikutnya adalah warna kontras dan monotone. Warna kontras terdiri dari kontras komplementer, kontras split komplemen, kontras triad komplementer, kontras tetrad komplementer. Sementara warna monotone terdiri dari monotone chromatic dan monotone achromatic.

1. Kontras komplementer

Kontras komplementer adalah dua warna yang saling berseberangan (sudut 180°) dilingkaran warna. Kedua warna dengan sudut ini menghasilkan hubungan kontras yang paling kuat, terang, dan hidup. Skema warna golongan ini yang paling umum adalah kombinasi warna primer dan sekunder. Contoh warna yang termasuk dalam penggolongan warna ini adalah warna hijau dan merah, orange dan biru, serta kuning dan ungu. Kombinasi dari golongan ini merupakan kombinasi warna panas dan dingin.

2. Kontras split komplemen

Kontras split komplemen merupakan dua warna yang saling berseberangan dengan sudut yang mendekati 180°. Skema ini memang kontras namun tidak ekstrim. Misalnya warna kuning dipadukan dengan merah ungu atau biru ungu. Jadi skema ini memadukan 3 warna.

3. Kontras triad komplementer

Golongan warna ini merupakan tiga warna di lingkaran warna yang membentuk segitiga sama kaki dengan sudut 60°. Skema warna ini menciptakan kombinasi warna yang hidup.

4. Kontras tetrad komplementer

Penggolongan ini disebut juga double komplementer. Skema ini memadukan 4 warna yang membentuk bangun segi empat (sudut 90°).

5. Monotone Chromatic

Skema warna monotone chromatic merupakan paduan satu warna dengan variasi saturasi atau bayangan.

6. Monotone achromatic

Skema warna  achromatic merupakan paduan satu warna dari putih ke hitam.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Popular

To Top