Penemuan Warna

Penemuan Warna

Warna merupakan unsur penting dalam dunia percetakan. Tanpa warna, hasil desain yang akan dicetak tidak akan memiliki nilai estetika yang dapat menarik orang untuk melihatnya. Hal ini sesuai dengan apa dikemukakan oleh Arniti Kusmiati dan Pramudji Suptandar dalam bukunya “Unsur Warna dalam Perancangan Desain” bahwa warna menjadi unsur penting dalam sebuah desain. Sebab, warna membuat suatu karya desain memiliki nilai lebih. Warna sendiri merupakan mutu cahaya yang dapat ditangkap oleh indra pengelihatan kita (Arniti Kusmiati dan Pramudji Suptandar, 1997:1). Sedangkan menurut Mita Purbasari (2000:12-13), warna adalah sebuah alat komunikasi yang efektif untuk menyampaikan suatu pesan, ide, ataupun gagasan tanpa menggunakan tulisan atau bahasa.

Dari pernyataan ini dapat kita simpulkan, salah satu unsur penting dalam percetakan digital adalah bagaimana warna yang merupakan sebuah penambah nilai dalam hasil karya atau desain dapat diproduksi secara tepat. Produksi dari pewarnaan yang tepat juga perlu didukung oleh pengetahuan mengenai asal mula warna itu sendiri. Oleh karena itu mari kita sedikit mempelajari sejarah dari warna.

Warna sendiri ditemukan melalui berbagai percobaan oleh beberapa ilmuan pada tahun yang berbeda. Temuan-temuan itu saling menopang satu sama lain sehingga pengetahuan akan warna terus berkembang dari zaman ke zaman.

  • Tahun 1660 : Issac newton melakukan percobaan dengan prisma kaca yang membuktikan bahwa sinar putih terdiri dari beberapa warna (spektrum warna).
  • Tahun 1731 : J. C. Le Blon menemukan warna utama yaitu kuning, merah, dan biru sebagai warna utama.
  • Tahun 1790 : Hermann Von Helmholzt dan James Clerk Maxwell mendasarkan warna pada cahaya matahari dan bertumpu pada hukum hukum fisika.
  • Tahun 1810 : Johann Wolfgang Von Goethe menggolongkan warna menjadi dua warna utama yaitu kuning (yang berhubungan dengan kecerahan) dan biru (dengan kegelapan)
  • Tahun 1824 : Michel Eguene Chevreul, seorang direktur utama perusahaan permadani di Prancis, mengembangankan teori harmoni warna pada textile the law of simultaneous constrast of colour. Ia juga mengembangkan teori merah kuning biru.
  • Tahun 1831 : David Brewster menyederhanakan warna yang ada di alam menjadi 4 kelompok warna yaitu primer, sekunder, terseier, dan netral
  • Tahun 1879 : Ogden Rood mengembangkan teori lingkaran warna berdasarkan warna merah hijau biru dan terdapat warna putih di tengahnya.
  • Tahun 1898 : Albert H. Munsel ia mulai menggunakan sistemnya pada tahun 1898 dan menerbitkannya dalam a colour notation 1965. Ia memakai rintisan warna yang dikemukakan oleh ahli fisika berupa lingkaran warna 3 dimensi (hue, value, crhoma).
  • Tahun 1900 : Helbert E. Ives mengemukakan pencampuran warna sebagai berikut :
  • red = magenta + cyan
  • blue = magenta + turquoise

Hasil dari pencampuran ini adalah lingkaran warna dengan warna primer magenta, cyan, yellow.

  • Tahun 1934 : Farber Biren, seorang ilmuan Amerika membuat percobaan sendiri dengan membuat bagan berdasarkan warna tradisional (merah, kuning, biru). Kemudian ia membuat lingkaran warna yang pusatnya tidak di tengah karena menurutnya, warna panas lebih dominan dari pada warna sejuk.

Teori-teori inilah yang mendorong berkembangnya penggunaan warna diberbagai bidang termasuk dalam bidang desain dan digital printing. Anda memiliki kebutuhan cetak yang cepat dan berkualitas? Tidak perlu repot-repot keluar dari rumah anda

Bingung cara memadukan warna? Skema warna

Bingung cara memadukan warna? Skema warna

Halo sobat kali ini bakal saya bhs tentang skema warna, Skema warna ialah hal yang urgen untuk diketahui khususnya bagi kamu yg berlangsung di dunia desain grafis atau percetakan. Dengan mempelajari skema warna, anda menjadi tahu warna-warna apa saja yang sesuai untuk dipadukan saat menciptakan hasil karya desain yang bakal dicetak. Terdapat 7 skema warna yang akan anda bahas. Namun pada tulisan kali ini anda akan membicarakan 4 skema warna saja.

Bingung cara memadukan warna? Skema warna 1

Skema warna monokromatik (monochromatic color scheme)

Skema warna ini diciptakan dengan memakai satu warna yang sama pada roda warna namun diciptakan dalam sejumlah shades (gelap), tints (terang), atau tones sehingga menyerahkan perpaduan warna yang bertolak belakang pada warna monokromatik. Shades ialah warna murini yang dicampurkan dengan warna hitam. Tints ialah warna murni atay hue yang dicampurkan dengan warna putih. Tones adalan warna murni atau hue yang dicampurkan dengan warna abu-abu. Skema warna ini menyerahkan kesan bersih dan elegan.

Pada misal skema monokromatik di bawah ini, semua badan lure memakai versi warna hijau. Warna yang dibutuhkan ialah hijau, hitam, dan putih. Dengan memakai rasio yang bertolak belakang dari putih ke hijau atau hitam ke hijau akan menyerahkan semua variasi warna yang kamu butuhkan.

Berikut ini misal lain dari warna monokromatik:

Bingung cara memadukan warna? Skema warna 2

 

Bingung cara memadukan warna? Skema warna 3

Skema warna yang saling melengkapi (complementary color scheme)

Dalam skema warna ini, seluruh warna yang digunakan ialah warna yang saling bertentangan pada roda warna. Mata manusia ingin tertarik pada sesuatu dengan warna komplementer. Ketika kamu merancang lure (umpan palsu) untuk dipasarkan komersil dicat dengan warna komplementer (ungu dan kuning), dan menanam umpan monokromatik disamping umpan komplementer dalam satu rak, semua pembeli/pemancing barangkali lebih tertarik pada umpan dengan warna komplementer (dengan asumsi pengerjaan cat yang baik).

Contoh dapat disaksikan pada gambar di bawah ini. Anda barangkali akan menyaksikan bahwa skema warna ini ingin untuk menyerahkan hal yang lebih bila dikomparasikan dengan warna monokromatik. Ini ialah ciri khas umpan yang dicat dengan teknik komplementer, orang-orang menyaksikan demikian.

Warna skema barangkali melibatkan warna kombinasi. Pasangan komplementer merangkum biru dan oranye, merah dan hijau, serta ungu dan kuning. Skema warna komplementer ini bisa menggunakan sekian banyak tingkat kecerahan dan kejenuhan guna meningkatkan sekian banyak warna.

Bingung cara memadukan warna? Skema warna 4

Skema warna analog (Analog Color Scheme)

Skema warna yang analog memakai satu warna pada roda warna dan dua warna di sebelahnya. Contoh skema warna Analog hangat ialah merah, oranye dan kuning atau sedangkan skema warna analog dingin ialah biru, ungu dan hijau.

Pendekatan skema analog yakni memilih warna, 3 hingga 5 warna yang berdampingan satu sama beda dalam diagram roda warna. Skema analog yang sangat terkenal ialah skema warna yang dipakai pada umpan klasik firetiger dengan pola yang terdiri dari warna hijau terang, kuning, dan orange.

Skema warna Triadic (Triadic color scheme)

Skema warna Triadic mempunyai kombinasi tiga hue yang relatif berjarak sama dalam color wheel. Gambar di samping merupakan misal dari skema warna Triadic, dimana ada tiga kombinasi hue yakni hue warna merah, kuning, dan warna biru. Ketiga hue ini adalahwarna primer sampai-sampai mempunyai jarak yang sama dalam color wheel. Warna kuning mencerminkan kehangatan yang dilengkapi dengan warna merah pada latar yang memperkuat gambar yang mempunyai sifat yang panas. Warna biru pada pakaian yang mempunyai sifat dingin memecah keadaan panas pada gambar tersebut. Dari ketiga kombinasi hue pada gambar tersebut memunculkan kesan yang dinamis.

Jika suatu segitiga sama sisi ditarik di atas roda warna, sudut yang bakal menyentuh tiga warna. Warna menyentuh dirasakan warna triadic. Warna-warna primer triadic, laksana warna sekunder dan warna tersier.

Skema warna Tetradic (Tetradic color scheme)

Skema warna tetradic ialah skema warna yang melibatkan dua pasangan yang saling melengkapi secara bersamaan. Jika persegi panjang digambar di atas roda warna, dua pasangan yang saling melengkapi sentuhan sudut bakal menjadi dasar guna skema warna triadic. Skema warna tetradic merupakan skema warna yang perumahan dan beragam. Skema warna tetradic disebut pun sebagai ganda komplementer sebab menggunakan dua set warna komplementer. Meskipun skema ini dapat terlihat bervariasi dan berwarna-warni, akan namun ini susah untuk menyeimbangkannya.Skema warna split komplementer (Split complementary color scheme)

Skema ini ialah kombinasi warna-warna yang saling bersebrangan letaknya dalam lingkaran warna. Split komplementer memakai satu warna dan dua warna di sisi objek yang melengkapi. Warna primer ialah merah, kuning dan biru. Warna-warna sekunder ungu, hijau dan oranye. Warna salah satu warna-warna primer dan sekunder dinamakan warna tersier. Contoh : Merah dan hijau, Kuning kehijauan dan ungu kemerahan

Skema warna persegi(Square color scheme)

Skema warna persegi serupa dengan skema warna tetradic, namun dengan empat warna spasi secara merata di dekat lingkaran warna. Skema warna persegi merupakan skema warna yang sangat kompleks dan beragam. Skema warna ini bakal lebih baik andai membiarkan satu warna menjadi dominan. Juga mesti memperhatikan ekuilibrium antara warna-warna hangat dan sejuk dalam desain yang akan anda buat.

Bingung cara memadukan warna? Skema warna 5

Demikianlah sedikit coretan mengenai skema warna, Pada artikel berikutnya kita akan membahas 4 skema warna lainnya. Simak terus artikel dari kami agar anda dapat menemukan perpaduan warna yang baik untuk desain yang akan anda cetak. Jangan Bingung memadikan warna, pelajari skema warna dan Selamat mencoba!

Berbagai Aturan pada Perpaduan Warna

Berbagai Aturan pada Perpaduan Warna

Warna adalah poin penting dalam dunia desain grafis. Para desainer haruslah kreatif dalam menggunakan warna. Oleh karena itu, mempelajari teori warna dan hal-hal yang dapat membantu meningkatkan kreasi desainer grafis dalam bekerja dengan warna harus dilakukan. Artikel kali ini akan membahas beberapa poin penting terkait dengan penggunaan warna pada desain grafis.

  1. Color Wheel (Roda Warna)

Berbagai Aturan pada Perpaduan Warna 6
Color Wheel merupakan teori dasar warna yang digambarkan dalam bentuk lingkaran (roda). Terdiri dari tiga warna dasar, yaitu merah, biru, dan kuning. Selanjutnya, kombinasi dari tiga warna dasar ini melahirkan warna-warna baru berupa warna sekunder. Warna sekunder terdiri dari Oranye, Ungu dan Hijau. Kombinasi antara warna sekunder dengan warna dasar (primer) melahirkan warna-warna lainnya berupa warna tersier. Warna tersier terdiri dari : kuning-oranye, kuning-hijau, biru-hijau, biru-ungu, merah-ungu, dan merah-oranye. Akhirnya, warna-warna tersebut kemudian digambarkan berupa sebuah lingkaran warna yang kita kenal sekarang dengan istilah Color Wheel.

  1. Ruang pada Warna

Berbagai Aturan pada Perpaduan Warna 7

Warna dapat dipengaruhi ruang dan bentuk yang juga dapat mempengaruhi kesan yang yang ditimbulkan. Misalnya, warna yang sama pada dua buah bentuk yang berbeda (lingkaran dan garis). Pada lingkaran, warna akan terlihat lebih terang sedangkan pada garis akan terlihat lebih gelap. Hal ini disebabkan ruang yang lebih besar yang dimiliki lingkaran dibandingkan pada garis, sehingga mata menangkap sebuah ruang luas dengan asumsi terang, meskipun warna yang diberikan adalah warna yang sama. Hal ini merupakan respon naluriah mata kita dalam menyikapi suatu kesan pada sebuah gambar.

  1. Kontras Warna

Berbagai Aturan pada Perpaduan Warna 8

Kontras pada warna dapat dipengaruhi oleh warna lain disekitarnya. Teorinya sangat sederhana : Kontras = Gelap VS Terang. Misalnya, sebuah persegi kecil berwarna kuning berada di atas latar berwarna hitam. Maka nilai kontrasnya akan meningkat dan persegi berwarna kuning akan dengan mudah terlihat. Namun jika latar diganti dengan warna putih, maka nilai kontrasnya akan menurun dan persegi menjadi lebih sulit untuk dilihat.

  1. Psikologi Warna

Warna dapat mewakili karakter dan perasaan-perasaan tertentu. Misalnya, merah memberi kesan agresif, gairah, panas dan cepat. Hitam memberi kesan misteri, kelam, dan canggih. Dengan mempelajari psikologi warna, kita dapat menyesuaikan desain dengan kesan yang ingin ditimbulkan dan sasaran yang akan dituju sehingga komunikasi visual menjadi lebih efektif. Kesesuaian desain dengan psikologi warna akan membantu membangun suatu kesatuan rasa kepada pembaca visual.

  1. Bidang Warna

Berbagai Aturan pada Perpaduan Warna 9

Garis outline pada sebuah bidang berfungsi sebagai pembatas warna agar tidak terlihat menyebar keselilingnya. Semakin tipis garis outline yang diberikan, maka semakin tersebar warna ke area luar bidang. Sebaliknya, semakin tebal outline, maka akan semakin tegas warna yang terdapat pada suatu bidang.

Cara Membuat Numerator dengan CorelDRAW

Cara Membuat Numerator dengan CorelDRAW

Cara Membuat numerator Dengan CorelDraw, kali ini aku posting cara lain dalam membuat numerator dengan CorelDRAW, Saudara bisa memilih cara mana yang lebih praktis menurut sampeyan, trik ini hanya menggunakan CorelDRAW untuk membuatnya, kita tidak perlu membuat file format .csv di Excel. Sebagai contoh hasil numerator seperti gambar dibawah ini;
Cara Membuat Numerator dengan CorelDRAW 10
1. Langkah pertama tentu saja pada Menu Bar > Menu File > pilih Print Merge > dan klik Create/Load Merge…
Cara Membuat Numerator dengan CorelDRAW 11
2. Setelah muncul Print Merge Wizard pilih yang Create new text, klik Next
Cara Membuat Numerator dengan CorelDRAW 12
3. Pilih Numeric Field, beri nama field misalkan F1 kemudian klik tombol Add, dan seterusnya buat nama field sesuai dengan kebutuhan misal F2, F3, F4 dst…
Cara Membuat Numerator dengan CorelDRAW 13
4. Kemudian edit pada Numeric Field Options, mulai dengan seleksi F1 dan pilih Numeric Format sampeyan bisa edit sesuai dengan pilihan format yang ada, misal kita pilih 000X maksudnya angka numerator akan dimulai dari 0001, 0002, 0003, dst…
Cara Membuat Numerator dengan CorelDRAW 14
5. Selanjutnya hilangkan centang (tanda rumput) pada continually Increment the numeric field kemudian pada Starting Value dimulai dari angka yang paling kecil, misal disini pada Field F1 kita isi Starting Value: 1 kemudian pada Ending Value: 10, lakukan juga pada sesuai dengan urutannya, yaitu F2: 11-20, F3: 21-30, F4: 31-40 setelah kita edit semua Field sesuai dengan urut nomer klik Next
Cara Membuat Numerator dengan CorelDRAW 15
6. Maka hasilnya akan seperti dibawah ini, klik tombol New untuk menambah angka pada masing-masing Field atau klik tombol Delete untuk mengurangi angka pada masing-masing Field;
Cara Membuat Numerator dengan CorelDRAW 16
7. Kita bisa Save data field dengan memberi tanda rumput pada Seve data settings as: dan isi nama file pada kolom kemudian simpan pada forler yang ada di hardisk komputer, kalau tidak disimpan langsung saja klik Finish;
Cara Membuat Numerator dengan CorelDRAW 17
8. Selanjutnya muncul Tool Bar Print Merge;
Cara Membuat Numerator dengan CorelDRAW 18
9. Klik dua kali (ganda) pada Tool Bar supaya bergabung menjadi satu dengan tool Bar yang sudah ada;
Cara Membuat Numerator dengan CorelDRAW 19
10. Pada Drop down menu pilih F1, lalu klik Insert dan letakkan pada template nomor yang tersedia;
Cara Membuat Numerator dengan CorelDRAW 20
Cara Membuat Numerator dengan CorelDRAW 21
11. Atur jenis Font dan Size sesuai dengan yang kita kehendaki;
Cara Membuat Numerator dengan CorelDRAW 22
12. Lakukan langkah seperti diatas pada masing-nota, sehingga pada 4 nota pada template akan terisi masing-masing Field, jika sudah kita anggap field sudah terisi pada tempatnya masing-masing, hapus desain nota bon, karena yang akan kita beri nomerator sudah ada gambar Notanya, kalau kita akan mencetak sekalian Desain Notanya ya gak apa-apa, berarti kita mencetak pada kertas kosong, selanjutnya klik Icon Perform Print Marge, dan pilih printer yang biasa sampeyan gunakan, dan jangan lupa sesuaikan ukuran kertas yaitu Folio (21,5 x 33 cm) ;
Cara Membuat Numerator dengan CorelDRAW 23
13. Selama proses mencetak numerator, kita bisa leyeh-leyeh atau minum kopi, bahkan bisa ditinggal tidur kalau kita membuat numerator dalam jumlah banyak biar mesin yang bekerja, setelah bangun numerator sudah jadi, enak kan…. hehehe…
Demikianlah sedikit pengetahuan mengenai Cara Membuat numerator Dengan CorelDraw Semoga Bermanfaat Bagi Anda .
Source : belajarcoreldraw.co
Macam Macam Jenis Kertas

Macam Macam Jenis Kertas

Percetakan Surabaya | Mengenal Kertas – Sebagian dari kamu mungkin terdapat yang belum tahu tentang macam atau jenis kertas, ukuran kertas bahkan faedah pemakaiannya. Namun bagi kamu yang telah lama bekerja dibidang percetakan tentunya telah tidak sedikit mengetahui Macam Macam jenis kertas apa yang biasa dipakai untuk undangan, brosur, id card, sertifikat dsb. Mari anda mengenal lebih tidak sedikit dari Jenis Kertas : Macam, Ukuran, Penggunaannya.

Macam-macam Nama Kertas

Ada tidak sedikit ragam kertas yang terdapat dipasaran, mencakup jenis macam dan manfaat yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat diketahui dari ciri-ciri kertas tersebut. Dari ciri dan coraknya saya dan anda bisa mengetahui nama dari kertas laksana kertas HVS, art paper, kertas NCR, kertas Linen / Buffalo, Concorde paper, Fancy Paper, Corugated paper, dan lain2. Mari kita kupas satu persatu.

Kertas Art Paper

Art Paper ialah kertas yang permukaannya licin pun mengkilap. Art paper kebanyakan dipakai untuk kover buku, majalah dan pun kalender. Kertas jenis ini tidak sesuai untuk kebutuhan tulis menulis. Permukaannya yang dilapisi mengakibatkan daya serap tinta lebih lambat sampai-sampai tinta pulpen akan sulit kering.

Karena itu, art paper kerap dipakai untuk cetakan yang sifatnya promosional dan berukuran kecil, laksana kartu undangan atau kartu nama. Gramasi yang tidak sedikit digunakan yakni 85 gr, 100 gr, 115 gr, 120 gr, dan 150 gr.

Kertas HVS

HVS (Houtvrij Schrijfpapier) ialah kertas tulis yang bebas dari serat kayu. Kertas jenis HVS diciptakan dari pulp / bubur kertas, yang tidak berisi lignin yakni perekat antar serat di dalam pohon sampai-sampai tidak gampang berubah warna (menjadi kekuningan) bila ditaruh di bawah sinar matahari atau sinar lampu.

Ciri-ciri kertas HVS ialah permukaannya tidak dilapisi sehingga mempunyai sifat kasar / tidak mulus (rata) dan daya serap besar. Ukuran kertas HVS terdapat beragam, dari ukuran A4 sampai A0, ukuran F4, dan ukuran Q4. Sedangkan Gramasi atau ukuran berat kertas yang terdapat dipasaran ialah 70gr, 80gr, dan 100gr.

Kertas NCR Paper

Kertas NCR – Mungkin kamu asing mendengar nama tersebut. Tapi andai mendengar “Buku Nota”, atau andai melihat gambar mungkin kamu bisa langsung paham apa tersebut kertas NCR. NCR ialah kepanjangan dari Non Carbon Required.

Kertas NCR biasa dipakai dalam penciptaan nota, kwitansi atau bukti transaksi lainnya. Sebagian orang menyinggung kertas ini ialah kertas karbon sebenarnya kertas NCR justru diciptakan untuk menggantikan kertas karbon.

Secara faedah kertas karbon dan kertas NCR memang sama, yakni untuk mencatat tulisan. Tujuan utamanya untuk mencatat dokumen menjadi sejumlah rangkap. Kertas NCR ada sekian banyak varian warna, teksturnya lembut dan paling tipis.

Kertas Buffalo – Linen

Kertas Buffalo dan Linen ialah kertas yang dua-duanya serupa atau nyaris sama. Ciri dari jenis kertas ini yakni bertekstur dengan sekian banyak piihan warna dan lumayan tebal. Karena tekstur dan gramasinya lumayan tebal yakni 220gr dan 250gr sampai-sampai sangat sesuai untuk dijadikan cover buku, kegiatan atau nota.

Kertas Fancy

Fancy paper atau kertas fancy ialah jenis kertas dengan pelbagai warna dan karakteristik. Ada 3 jenis fancy paper yang biasa dipakai menurut keterangan dari corak dan ciri fisiknya : Fancy paper polos, Fancy paper tekstur dan Fancy Paper Vanguard.

Penggunaan kertas fancy ini seringkali dipakai sebagai paper cutting, kartu ucapan, scrap book, kerajinan tangan, prakarya sekolah, maket hias interior, arsitektur dan misal material desain grafis.

Kertas Concorde

Kertas Concorde ialah jenis kertas warna yang biasa digunakan dan bermanfaat untuk menciptakan sertifikat atau piagam. Kertas Concorde lazimnya mempunyai macam gramasi 160 gr, 220 gr, 220 gr, dan 250 gr. Tersedia sekian banyak warna dan umumnya dipasarkan per pack dengan isi 20 lembar. Jenis kertas ini sesuai untuk kartu nama dan booklet sebab mempunyai terkstur lembut ketika dipegang.

Corugated Paper

Kertas Corugated yakni jenis kertas bergelombang yang pemakaiannya biasa guna dos packer laksana dos mie instant, dos computer , kartu undangan khusus untuk sekian banyak acara formal dsb.

Bahan kertas ini memiliki format yang sangat serupa dengan kardus tetapi dengan ketebalan yang lebih tipis. Umumnya pada kertas corugated melulu tersedia warna cokelat muda saja, sampai-sampai agak susah untuk dikreasikan.

Kertas Ivory

Kertas Ivory Paper mempunyai tekstur yang nyaris sama dengan art carton, namun ivory melulu mempunyai satu sisi licin, sisi yang beda tanpa coating. Biasanya kerta Ivory sering dipakai untuk paperbag dan dos kosmetik.

Selain tersebut kertas Ivory pun adalahjenis kertas yang sangat sesuai untuk poster, kitab agenda dan kemasan produk makanan laksana paper tray atau box kebab. Karakteristiknya lumayan tebal, gramasi yang biasa dipakai 210 gr, 230 gr, 250 gr, 310 gr, dan 400 gr.

Kertas Samson

Kertas samson ialah kertas yang diubah melalui hasil daur ulang yang seringkali sering dipakai untuk bahan paper bag atau amplop surat. kertas samson ini tidak sedikit dijual secara gulungan di toko-toko perangkat tulis atau fotocopy sampai-sampai jenis kertas ini lumayan mudah didapatkan. Dengan gramasi 70 gr 80 gr, 150 gr, dan 220 gr, banyak sekali kertas samson ini berwarna cokelat.

Kertas Duplex

Kertas Duplex ialah jenis kertas yang paling gampang dikenali dan sangat sering dipakai terutama untuk penciptaan dos packaging makanan, laksana kotak kue, kemasan nasi kotak dan kertas ini lazimnya juga digunakan untuk kemasan obat-obatan.

Duplex paper mempunyai dua varian warna, terdapat yang berwarna putih satu sisinya sementara sisi lainnya berwarna abu-abu dan ada pun yang berwarna putih pada sisi keduanya. Kertas duplex memiliki sejumlah gramasi yakni 230gr, 250gr, 270gr 300gr, 350gr, dan 400gr.

Kertas Jasmin Paper

Kertas Jasmin – Para pengusaha cetak kartu undangan pernikahan tidak sedikit yang memakai kertas jasmin ini. Karena kertas jasmine mempunyai butiran gliter di permukaannya sampai-sampai menjadikan kartu undangan terkesan mewah.

Disamping tersebut kertas jasmine juga sesuai dijadikan anvelope perkantoran. Kertas ini memang dapat memunculkan 2 kesan yang paling jauh berbeda, yakni ekslusif atau murahan. Kesan ekslusif dan murahan ini bakal timbul, saat hasil telah dapat anda lihat secara keseluruhan.

Kertas BW, BC atau Manila

Kertas BW/BC/Manila ialah kertas yang bertekstur. Biasanya kertas ini tidak sedikit digunakan untuk menciptakan kartu nama, kartu stok barang atau stofmap dengan sekian banyak varian warna. Di luar daripada art carton, kertas BW pun bahan yang lazim dipakai untuk penciptaan kalender.

Kertas BW atau blues white memiliki sejumlah nama laksana kertas BC atau kertas manila. Jenis kertas ini tersedia sejumlah warna dengan tekstur yang halus pada permukannya. Gramasi populer dipakai 160 gr, 220 gr, dan 250 gr.

Board Paper

Board Paper ialah kertas tebal yang paling kaku. Biasanya melulu tersedia warna cokelat dan warna kuning. Board paper tergolong kertas karton, akan namun tingkat ketebalannya bervariasi dari 0,4 mm hingga yang sangat tebal ialah 4,3 mm. Board Paper ialah jenis kertas yang biasa dipakai sebagai bahan cover kitab atau guna papan pemberitahuan di sekolah dan di kantor.

 

Macam Macam Ukuran Kertas

Macam Macam Ukuran Kertas

Di dunia ini banyak sekali macam macam ukuran kertas dan Beberapa pertanyaan suka terlintas di benak kita gimana sih penjabaran dari perbedaan ukuran kertas ini? Misalkan hal sepele ukuran kertas F4 itu berapa cm? lalu apa yang membedakan Letter dan Legal serta kenapa orang sering menyebut F4 sebagai kertas Folio? dll.. baiklah daripada ditebak-tebak mending saya jelaskan saja mengenal jenis-jenis kertas berdasarkan standar internasional (ISO).

Ukuran kertas dimulai dari Seri A (A4, A3, A2, A1, A0) yang biasanya kita pakai sehari-hari dalam kegiatan percetakan umum, percetakan di kantor-kantor dan juga penerbitan (publishing). Ukuran di kategori Seri A yang paling besar adalah A0 dengan luas 1 meter persegi. Kemudian A1 dengan ukuran setengah lebih kecil dari A0. Lalu A2 setengah lebih kecil dari A1, begitu seterusnya sampai ukuran terkecil yaitu A10. Jadi pembagiannya adalah 1/2.

Selain itu ada juga jenis kertas foto dengan ukuran R, serta seri kertas lainnya yang akan saya rinci di bawah ini.

Penentuan ukuran kertas seri A (A0 A1 A2 A3 A4, A5, A6, A7, A8, A9, A10) di atas, tidak sembarangan karena itu hasil standarisasi dunia percetakan (ISO). dan dari wikipedia / Ukuran Kertas

Inilah rumus ISO dalam membuat ketentuan ukuran kertas seri A :

Macam Macam Ukuran Kertas 24

 

Berdasar perhitungan rumus tersebut saya dapatkan Ukuran Kertas A0 dengan Panjang = 1.189 mm dan lebar = x 841 mm. Selanjutnya tinggal menurunkan saja dengan pembagian 2 dari luas kertas A0, kemudian kita dapatkan angka seperti ini:

Standar ISO Ukuran Kertas seri A (A0, A1, A2, A3, A4, A5, A6, A7, A8, A9, A10)

A0 = 841 x 1189 mm, atau = 33.11 × 46.81 inci
A1 = 594 x 841 mm, atau = 23.39 × 33.11 inci
A2 = 420 x 594 mm, atau = 16.54 × 23.39 inci
A3 = 297 x 420 mm, atau = 11.69 × 16.54 inci
A4 = 210 x 297 mm, atau = 8.27 × 11.69 inci
A4s = 215 x 297 mm, atau = 8.46 × 11.69 inci
A5 = 148 x 210 mm, atau = 4.13 × 5.83 inci
A6 = 105 x 148 mm, atau = 4.13 × 5.83 inci
A7 = 74 x 105 mm, atau = 2.91 × 4.13 inci
A8 = 52 x 74 mm, atau = 2.05 × 2.91 inci
A9 = 37 x 52 mm, atau = 1.46 × 2.05 inci
A10 = 26 x 37 mm, atau = 1.02 × 1.46 inci

Gambar jenis dan ukuran kertas :

Macam Macam Ukuran Kertas 25

 

Ukuran Kertas & Amplop A0, A1, A2, A3, A4, A4s, A5, A6, A7, A8, A9, A10 dalam cm (centimeter)

NAMA LEBAR (cm) PANJANG (cm)
A0 84.1 118.9
A1 59.4 84.1
A2 42 59.4
A3 29.7 42
A4 21 29.7
A4s 21.5 29.7
A5 14.8 21
A6 10.5 14.8
A7 7.4 10.5
A8 5.2 7.4
A9 3.7 5.2
A10 2.6 3.7

Ukuran Kertas & Amplop A0, A1, A2, A3, A4, A4s, A5, A6, A7, A8, A9, A10 dalam inchi

NAMA LEBAR (Inc) PANJANG (Inc)
A0 33.11 46.81
A1 23.39 33.11
A2 16.54 23.39
A3 11.69 16.54
A4 8.27 11.69
A4s 8.46 11.69
A5 5.83 8.27
A6 4.13 5.83
A7 2.91 4.13
A8 2.05 2.91
A9 1.46 2.05
A10 1.02 1.46

Ukuran A1 dalam Pixel

Ukuran Kertas Lebar Tinggi
A1 – 72 PPI 1684 Pixels 2384 Pixels
A1 – 200 PPI 4678 Pixels 6622 Pixels
A1 – 300 PPI 7017 Pixels 9933 Pixels
A1 – 400 PPI 9356 Pixels 13244 Pixels
A1 – 600 PPI 14034 Pixels 19866 Pixels
A1 – 1200 PPI 28068 Pixels 39732 Pixels
ANSI D – 72 PPI 1584 Pixels 2448 Pixels
ANSI D – 200 PPI 4400 Pixels 6800 Pixels
ANSI D – 300 PPI 6600 Pixels 10200 Pixels
ANSI D – 400 PPI 8800 Pixels 13600 Pixels
ANSI D – 600 PPI 13200 Pixels 20400 Pixels
ANSI D – 1200 PPI 26400 Pixels 40800 Pixels

Ukuran ANSI D digunakan di Amerika Serikat dan Kanada.
Ukuran A1 digunakan di Inggris, Eropa dan beberapa negara lain.

Ukuran A2 dalam Pixel

Ukuran Kertas Lebar Tinggi
A2 – 72 PPI 1191 Pixels 1684 Pixels
A2 – 200 PPI 3308 Pixels 4678 Pixels
A2 – 300 PPI 4962 Pixels 7017 Pixels
A2 – 400 PPI 6616 Pixels 9356 Pixels
A2 – 600 PPI 9924 Pixels 14034 Pixels
A2 – 1200 PPI 19848 Pixels 28068 Pixels
ANSI C – 72 PPI 1224 Pixels 1584 Pixels
ANSI C – 200 PPI 3400 Pixels 4400 Pixels
ANSI C – 300 PPI 5100 Pixels 6600 Pixels
ANSI C – 400 PPI 6800 Pixels 8800 Pixels
ANSI C – 600 PPI 10200 Pixels 13200 Pixels
ANSI C – 1200 PPI 20400 Pixels 26400 Pixels

Ukuran A3 dalam Pixel

Ukuran Kertas Lebar Tinggi
A3 – 72 PPI 842 Pixels 1191 Pixels
A3 – 200 PPI 2339 Pixels 3308 Pixels
A3 – 300 PPI 3508 Pixels 4962 Pixels
A3 – 400 PPI 4677 Pixels 6616 Pixels
A3 – 600 PPI 7016 Pixels 9924 Pixels
A3 – 1200 PPI 14031 Pixels 19848 Pixels
Ledger – 72 PPI 792 Pixels 1225 Pixels
Ledger – 200 PPI 2200 Pixels 3400 Pixels
Ledger – 300 PPI 3300 Pixels 5100 Pixels
Ledger – 400 PPI 4400 Pixels 6800 Pixels
Ledger – 600 PPI 6600 Pixels 10200 Pixels
Ledger – 1200 PPI 13200 Pixels 20400 Pixels

Ukuran A4 dalam Pixel

Ukuran Kertas Lebar Tinggi
A4 – 72 PPI 595 Pixels 842 Pixels
A4 – 200 PPI 1654 Pixels 2339 Pixels
A4 – 300 PPI 2480 Pixels 3508 Pixels
A4 – 400 PPI 3307 Pixels 4677 Pixels
A4 – 600 PPI 4961 Pixels 7016 Pixels
A4 – 1200 PPI 9921 Pixels 14031 Pixels
Letter – 72 PPI 612 Pixels 792 Pixels
Letter – 200 PPI 1700 Pixels 2200 Pixels
Letter – 300 PPI 2550 Pixels 3300 Pixels
Letter – 400 PPI 3400 Pixels 4400 Pixels
Letter – 600 PPI 5100 Pixels 6600 Pixels
Letter – 1200 PPI 10200 Pixels 13200 Pixels

Ukuran A5 dalam Pixel

Ukuran Kertas Lebar Tinggi
A5 – 72 PPI 420 Pixels 595 Pixels
A5 – 200 PPI 1167 Pixels 1653 Pixels
A5 – 300 PPI 1751 Pixels 2479 Pixels
A5 – 400 PPI 2335 Pixels 3305 Pixels
A5 – 600 PPI 4958 Pixels 3502 Pixels
A5 – 1200 PPI 7004 Pixels 9916 Pixels
Junior Legal – 72 PPI 360 Pixels 576 Pixels
Junior Legal – 200 PPI 1000 Pixels 1600 Pixels
Junior Legal – 300 PPI 1500 Pixels 2400 Pixels
Junior Legal – 400 PPI 2000 Pixels 3200 Pixels
Junior Legal – 600 PPI 3000 Pixels 4800 Pixels
Junior Legal – 1200 PPI 6000 Pixels 9600 Pixels

Ukuran Legal junior = Kanada dan Amerika Serikat .
Ukuran A5 = Dunia ( Inggris , Australia , Jerman , dll ).

Ukuran Kertas SERI B

Ukuran kertas putih Seri B sering dipakai untuk keperluan pembuatan poster dan lukisan dinding

NAMA LEBAR (cm) PANJANG (cm)
B0 100 141.4
B1 70.7 100
B2 50 70.7
B3 35.3 500
B4 25 35.3
B5 17.6 25
B6 12.5 17.6
B7 8.8 12.5
B8 6.2 8.8
B9 4.4 6.2
B10 3.1 4.4

Ukuran Kertas SERI C

Kertas Seri C digunakan untuk map, kartu post dan amplop

NAMA LEBAR (cm) PANJANG (cm)
C0 91.7 129.7
C1 64.8 91.7
C2 45.8 64.8
C3 32.4 45.8
C4 22.9 32.4
C5 16.2 22.9
C6 11.4 16.2
C7 8.1 11.4
C8 5.7 8.1

Ukuran Kertas SERI R

Seri R adalah jenis kertas foto tentunya buat mencetak foto. Biasanya familiar studio foto kalau anda mau cetak pasti ditanya ukuran R berapa?

NAMA LEBAR (cm) PANJANG (cm)
2R 6 9
3R 8.9 12.7
4R 10.2 15.2
5R 12.7 17.8
6R 15.2 20.3
8R 20.3 25.4
8R+ 20.3 30.5
10R 25.4 30.5
10R+ 25.4 38.1

Ukuran Kertas SERI F

Sering kita sebut kertas Folio dan lebih cocok untuk fotocopy

Ukuran F4 atau Folio = 21,0 x 33,0 cm

Jenis dan Ukuran Kertas dalam Centimeter

NAMA LEBAR (cm) PANJANG (cm)
Kertas 4A 168.2 237.8
Kertas 4B 200 282.8
Kertas 2A 118.9 168.2
Kertas 2B 141.4 200
Kertas B0 100 141.4
Kertas B1 70.7 100
Kertas B2 50 70.7
Kertas B3 35.3 50
Kertas B4 25 35.3
Kertas B5 17.6 25
Kertas B6 12,5 17.6
Kertas B7 8.8 12.5
Kertas B8 6.2 8.8
Kertas B9 4.4 6.2
Kertas B10 3.1 4.4
Kertas C0 91,7 129.7
Kertas C1 64,8 91.7
Kertas C2 45,8 64.8
Kertas C3 32,4 45.8
Kertas C4 22,9 32.4
Kertas DL 22 11
Kertas C5 16,2 22.9
Kertas C6 11,4 16.2
Kertas C7/6 8,1 16.2
Kertas C7 8,1 11.4
Kertas C8 5,7 8.1
Kertas C9 5,7 5.7
Kertas C10 5,7 4
Large Post → 41,9 x 53,3 Kertas JB0 → 103 x 145,6
Kertas Letter → 21,6 x 27,9 Kertas JB1 → 72,8 x 103
Kertas Legal → 21,6 x 35,6 Kertas JB2 → 51,5 x 72,8
Kertas Ledger → 43,2 x 27,9 Kertas JB3 → 36,4 x 51,5
Kertas Tabloid → 27,9 x 43,2 Kertas JB4 → 25,7 x 36,4
Kertas ANSI A (letter) → 21,6 x 27,9 Kertas JB5 → 18,2 x 25,7
Kertas ANSI B (ledger) → 43,2 x 27,9 Kertas JB6 → 12,8 x 18,2
Kertas ANSI B (tabloid) → 27,9 x 43,2 Kertas JB7 → 9,1 x 12,8
Kertas ANSI C → 43,2 x 55,9 Kertas JB8 → 6,4 x 9,1
Kertas ANSI D → 55,9 x 86,4 Kertas JB9 → 4,5 x 6,4
Kertas ANSI E → 86,4 x 111,8 Kertas JB10 → 3,2 x 4,5
Kertas ANSI F → 71,1 x 101,6 Kertas JB11 → 2,2 x 3,2
Kertas Statement Half Letter → 14 x 21,6 Kertas JB12 → x 2,2
Kertas Quarto → 20,3 x 25,4 Kertas Shiroku ban 4 → 26,4 x 37,9
Kertas Foolscap (folio) → 21 x 33 Kertas Shiroku ban 5 → 18,9 x 26,2
Kertas Super-B → 33 x 48,3 Kertas Shiroku ban 7 → 12,7 x 18,8
Kertas Post → 39,4 x 48,9 Kertas Kiku 4 → 22,7 x 30,6
Kertas Crown → 38,1 x 50,8 Kertas Kiku 5 → 15,1 x 22,7
Kertas Demy → 44,5 x 57,2
Kertas Medium → 45,7 x 58,4
Kertas Broadsheet → 45,7 x 61
Kertas Royal → 50,8 x 63,5
Kertas Elephant → 58,4 x 71,1
Kertas Double Demy → 57,2 x 88,9
Kertas Quad Demy → 88,9 x 114,3
Kertas Emperor → 121,9 x 182,9
Kertas Antiquarian → 78,7 x 134,6
Kertas Grand Eagle → 73 x 106,7
Kertas Double Elephant → 67,8 x 101,6
Kertas Atlas → 66 x 86,4
Kertas Colombier → 59,7 x 87,6
Kertas Imperial → 55,9 x 76,2
Kertas Double Large Post → 53,3 x 83,8
Kertas Princess → 54,6 x 71,1
Kertas Cartridge → 53,3 x 66
Kertas Sheet Half Post → 49,5 x 59,7
Kertas Double Post → 48,3 x 76,2
Kertas Super Royal → 48,3 x 68,6
Kertas Medium → 47 x 58,4
Kertas Copy Draught → 40,6 x 50,8
Kertas Pinched Post → 37,5 x 47
Kertas Foolscap → 34,3 x 43,2
Kertas Small Foolscap → 33,7 x 41,9
Kertas Brief → 34,3 x 40,6
Kertas Pott → 31,8 x 38,1

 

Demikianlah Sedikit Pengetahuan tentang Macam Macam Ukuran Kertas semoga dapat memberi pengetahuan bagi Pembaca. Trima Kasih.

Kontent Ini Diambil dari linggafiles.blogspot.com Dengan Judul Ukuran Kertas A0, A1, A2, A3, A4, A4s, A5, A6, A7, A8, A9, A10 dalam cm dan Inchi dan pixel

Ukuran Kertas dan Area Cetak Mesin Offset

Ukuran Kertas dan Area Cetak Mesin Offset

Kali ini saya bagikan Ukuran Kertas dan Area Cetak Mesin Offset , mungkin bagi anda banyak yang bingung mengenai area cetak dan ukuran kertas dalam mesin offset. artikel ini dibuat sengaja agar anda tidak salah dalam melakukan cetak dan pemotongan kertas terlalu besar atau terlalu kecil dan serta pemilihan mesin cetak. Ukuran kertas dan area cetak mesin offset berbeda satu dengan yang lainnya. Ukuran kertas yang dimaksud yaitu ukuran kertas yang bisa masuk ke mesin cetak. Sedangkan area cetak yaitu area di kertas yang masih dapat menerima tinta. Area cetak selalu lebih kecil dari ukuran kertas, karena tidak ada mesin cetak offset yang bisa mencetak secara penuh secara borderless. Karena mesin cetak offset pasti memerlukan pegangan / penjepit untuk memegang kertas dalam proses pencetakannya.

Berikut ini adalah Ukuran Kertas dan Ukuran Kertas dan Area Cetak Mesin Offset. semoga Bermanfaat bagi anda.

Nama Mesin Offset Ukuran Kertas Area Cetak
Heidelberg GTO 46 32 x 46 31 x 45
Heidelberg SM 52 36 x 52 34 x 50
Heidelberg SM 72 52 x 74 51 x 72
Heidelberg SM 102 72 x 102 70 x 102
Heidelberg SOR M 52 x 74 51 x 72
Heidelberg SOR D 71.5 x 91.5 70 x 90
Heidelberg SOR S 70 x 100 69 x 98
Heidelberg MO 63 x 46 62 x 45
OLIVER 46 33 x 48 32 x 47
OLIVER 52 36 x 52 34 x 50
OLIVER 58 44 x 58 42 x 56
OLIVER 72 50 x 70 48 x 68

Terima kasih telah membaca Artikel Ukuran Kertas dan Area Cetak Mesin Offset semoga dapat membantu anda mengenai hal percetakan.

Penggolongan Warna

Penggolongan Warna

Artikel kali ini akan membahas lebih dalam tentang warna, khususnya penggolongan warna. Artikel ini akan berlanjut pada beberapa artikel berikutnya dikarenakan pembahasannya yang cukup panjang, namun tetap menarik untuk diketahui. So, mari kita memperluas wawasan kita akan warna. Kali ini kita akan membahas penggolongan warna menurut teori seorang ilmuan bernama Brewster.

Penggolongan warna yang pertama adalah warna primer yang merupakan deret warna yang tercipta bukan dari hasil percampuran warna lain. Golongan warna yang termasuk dalam warna primer adalah merah, biru, dan kuning. Berdasarkan Teori Brewster warna-warna ini digolongkan ke dalam warna-warna dasar. Sementara warna-warna lainnya merupakan bentukan atau hasil percampuran dari warna-warna primer. Warna yang dimaksud dalam warna primer ini yaitu warna merah seperti darah, biru seperti langit atau laut, dan kuning seperti kuning telur. Ketiga warna inilah yang sampai saat ini dipakai dalam bidang seni rupa.

Penggabungan dari warna-warna primer disebut dengan warna sekunder. Sementara penggabungan dari warna primer dan warna sekunder disebut warna tersier. Sebenarnya secara teknik warna merah-kuning-biru bukan merupakan warna pigmen primer. Mengapa bisa seperti itu? Sebab warna primer yang sesungguhnya adalah magenta, kuning, dan cyan. Jadi merah pada dasarnya merupakan istilah yang kurang akurat untuk menyebut warna magenta. Sementara biru adalah istilah yang kurang akurat untuk menyebut warna cyan. Sementara itu, biru, bersama dengan warna hijau sebenarnya adalah warna sekunder. Tetapi kedua warna ini merupakan warna primer dalam cahaya, bersama dengan warna merah.

Warna primer sebenarnya bukanlah miliki cahaya, namun lebih ke arah konsep biologis yang didasarkan pada respon fisiologis dari mata manusia terhadap cahaya. Cahaya sendiri merupakan spektrum berkesinambungan dari panjang gelombang yang berarti terdapat sejumlah warna yang tak terhingga. Namun mata manusia hanya memiliki tiga jenis alat penerima cahaya yang disebut sel kerucut (di retina), di mana, sel ini yang merespon panjang gelombang cahaya tertentu. Manusa memiliki tiga macam reseptor warna yang disebut makhluk trichromat. Manusia dapat melihat sampai dengan 400 nanometer yaitu warna violet. Sedangkan makhluk hidup dengam empat reseptor yang disebut tetrachromat, dengan 4 reseptor warna, makhluk ini dapat melihat warna ultraviolet sampai dengan 300 nanometer. Warna primer keempat ini kemugnkinan bertempat di panjang gelombang yang lebih rendah dan kemungkinan adalah warna magenta spektral murni. Warna ini lebih dari sekedar magenta yang kita lihat sebagai campuran dari warna merah dan biru.

Inilah asal mula dari warna-warna yang kita lihat selama ini. Warna-warna ini kemudian dicampurkan dengan menggunakan media penggabungan pancaran cahaya sehingga menghasilkan warna-warna yang dikenal dalam dunia desain dan percetakan digital, seperti RGB, CMYK, RYB, dan sebagainya.

Warna primer additif

Sistem warna additif merupakan alat yang digunakan untuk menggabungkan pancaran cahaya untuk menciptakan suatu sensasi warna.  Warna primer additif adalah merah, hijau dan biru. Campuran warna cahaya merah dan hijau akan menghasilkan nuansa warna kuning atau orange. Sementara itu, campuran hijau dan biru menghasilkan nuansa cyan. Sedangkan campuran merah dan biru menghasilkan nuansa ungu dan magenta. Campuran dengan proporsi seimbang dari warna additif primer ini akan menghasilkan nuansa warna kelabu. Jika ketiga warna ini disaturasikan penuh, maka hasilnya adalah warna putih. Ruang warna atau model warna yang dihasilkan disebut dengan RGB (red, green, blue).

RGB disebut juga warna pencahayaan, hal itu dikarenakan apabila dalam suatu ruang yang sama sekali tidak ada cahaya, maka ruangan tersebut adalah gelap total. Tidak ada signal gelombang cahaya yang diserap oleh mata kita atau RGB (0,0,0).

RGB disebut juga warna pencahayaan, hal itu dikarenakan jika tidak ada signal gelombang cahaya yang diserap oleh mata kita atau RGB (0,0,0) maka ruang tersebut sama sekali tidak ada cahaya dan akan menjadi gelap total. Apabila kita menambahkan cahaya merah pada ruangan tersebut, maka ruangan akan berubah warna menjadi merah. Misalnya RGB (255,0,0), semua benda dalam ruangan tersebut hanya dapat terlihat berwarna merah. Demikian halnya apabila cahaya kita ganti dengan hijau atau biru. Warna RGB inii juga yang difungsikan untuk tampilan di monitor komputer karena warna latar belakang komputer adalah hitam. Jadi, R = Red (merah) G= Green (hijau) dan B = Blue (biru) sebagai warna dasar difungsikan untuk berbagi intensitas cahaya sehingga mencerahkan warna latar belakang  yang  gelap yaitu hitam.

Selain berfungsi sebagai warna latar belakang monitor pada komputer, Warna RGB juga digunakan untuk televisi dan scanner. Warna yang ditampilkan RGB selalu terang dan menyenangkan. Warna RGB pada dasarnya memang di setting untuk display monitor, bukan untuk cetak, sehingga lebih leluasa dalam bermain warna.

Warna primer subtraktif

Metode campuran warna substraktif merupakan media yang menggunakan pantulan cahaya untuk menghasilkan warna. Rangkaian warna primer subtraktif terdiri dari warna merah, kuning, biru / RYB (red, yellow, blue). Campuran warna ini paling sering digunakan dalam bidang seni rupa (seni lukis). Ruang warna RYB membentuk triad warna primer dalam sebuah lingkaran warna standar; juga warna sekunder: violet, orange atau jingga dan hijau. Triad warna tersusun dari 3 warna yang berjarak sama dalam sebuah lingkaran warna.

Pemakaian warna merah, biru, kuning sebagai warna primer menghasilkan gamut (rentang warna) yang tergolong sempit atau kecil, sehingga beberapa warna tidak bisa dicapai dengan campuran tersebut. Oleh karena itu, percetakan warna yang modern menggunakan campuran warna magenta, kuning, cyan, atau yang sering kita sebut sebagai CMYK, bukan RYB.

Dalam industri percetakan, untuk menghasilkan warna bervariasi dan sesuai dengan desain, digunakan pemakaian warna primer subtraktif, yaitu magenta, kuning dan cyan dalam ukuran yang bermacam-macam. CMYK didapatkan dari mengurai tinta atau disebut juga campuran warna subtraktif.

Campuran kuning dan cyan menghasilkan nuansa warna hijau. Sementara campuran kuning dengan magenta menghasilkan nuansa warna merah. Sedangkan campuran magenta dengan cyan menghasilkan nuansa biru. Dalam takaran yang seimbang, kombinasi tiga warna ini akan menghasilkan nuansa warna kelabu dan akan menjadi hitam jika ketiganya disaturasikan secara penuh, tetapi dalam praktek hasilnya cenderung menjadi warna kotor kecoklatan.

Oleh karena itu, seringkali dipakai warna keempat, yaitu hitam, sebagai tambahan dari cyan, magenta dan kuning. Ruang warna yang dihasilkan disebut dengan CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black). Hitam disebut dengan ”K” (key) yang berarti key plate dalam percetakan (plat cetak yang menciptakan detail artistik pada gambar, biasanya menggunakan warna tinta hitam).

Warna sekunder

Warna sekunder merupakan hasil pencampuran warna-warna primer dengan perbandingan ukuran 1:1. Misalnya, warna jingga merupakan hasil kombinasi warna merah dan kuning, hijau adalah kombinasi biru dan kuning, sementara campuran merah dan biru menghasilkan warna ungu.

Warna tersier

Warna tersier merupakan campuran salah satu warna primer dengan salah satu warna sekunder. Contohnya, warna jingga kekuningan merupakan hasil kombinasi warna kuning dan jingga.

 

Percampuran dari ketiga warna dasar dalam perbandingan 1:1:1 akan menghasilkan warna netral. Hasil dari campuran ketiga warna ini secara tepat akan menuju ke warna hitam. Percampuran ini sering kali muncul sebagai penyeimbang warna-warna kontras di alam.

Berikut ini warna-warna yang tergolong dalam warna netral:

1. Hitam

Dari segi psikologis, hitam dapat menimbulkan beberapa kesan. Di sisi yang positif, hitam dapat memberikan kesan keanggunan, firmalitas, dan kekuatan. Dari sisi negatif, hitam seringkali digunakan untuk menggambarkan kejahatan, kematian, dan misteri. Hitam juga menggambarkan suasana berkabung di banyak negara Barat. Di beberapa kebudayaan, hitam juga menggambarkan suasana pemberontakan, Halloween, dan klenik. Dalam seni desain hitam juga dapat digunakan untuk menimbulkan kesan canggih dan misteri.

Hitam merupakan warna yang paling kuat dari warna-warna netral lainnya. Selain menggambarkan suasana di atas. Dalam dunia desain hitam seringkali digunakan untuk menimbulkan kesan elegan. Kesan ini dapat ditimbulkan baik secara konservatif ataupun modern, tradisional atau konvensional. Hal ini bergantung dari warna-warna apa yang dipadukan dengan warna hitam.

2. Putih

Warna ini biasanya digunakan untuk menggambarkan kesucian, kebersihan, kebaikan, dan kebajikan. Seringkali, warna ini juga digunakan untuk pakaian dari gaun pengantin perempuan pada hari pernikahan. Selain itu, karena menggambarkan kebersihan, warna putih biasa digunakan dalam industri perawatan kesehatan, seperti dokter, perawat, dokter gigi, dan lain-lain.

Warna putih berada pada ujing spektrum dari hitam. Warna ini dapat bekerja sama saat dipadukan dengan warna lain. Karena warnanya yang netral, warna putih seringkali dijadikan warna latar yang memungkinkan warna lainnya menjadi bagian yang menonjol. Warna ini juga seringkali digunakan untuk desain minimalis. Putih juga dapa digunakan baik musim dingin maupun musim panas. Hal ini bergantung dari motif dan warna yang dipadukan dengannya.

3. Abu-abu

Warna abu-abu dapat menimbulkan kesan surat dan menyedihkan. Namun seringkali cahaya dari warna ini digunakan sebagai pengganti untuk warna desain putih. Warna ini merupakan akhir dari spektrum warna. Abu-abu seringkali dianggap sebagai warna yang konservatif dan formal namun bukan berarti tidak dapat digunakan untuk menimbulkan kesan moderen.

4. Coklat

Warna ini merupakan warna netral yang hangat. Warna ini sangat berhubungan dengan bumi, kayu, dan batu. Warna coklat memberikan kesan ketergantungan dan kehandalan serta ketabahan. Warna ini juga sangat membumi namun dapat juga dianggap membosankan. Pada desain coklat biasanya digunakan untuk warna latar belakang. Warna ini juga terkadang digunakan dalam bentuk paling gelap sebagai pengganti warna hitam, baik dalam latar maupun tipografi.

Melalui penggolongan warna netral ini, anda dapat belajar untuk menggunakan warna-warna di atas untuk hasil karya desain yang membutuhkan warna-warna netral sehingga dapat dipadukan dengan warna-warna lainnya. Untuk hasil percetakan terbaik, pastikan anda hanya menggunakan jasa kami.

Penggolongan warna berikutnya yang akan kita pelajari bersama adalah penggolongan warna panas dan warna dingin. Penggolongan kedua jenis warna ini didapatkan dari lingkaran warna primer hingga tersier yang dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar yaitu, warna panas dan warna dingin. Pada artikel kali ini kita hanya akan membahas mengenai warna panas.

Warna yang tergolong dalam warna panas adalah warna merah, orange, dan kuning atau kombinasi dari ketiga warna tersebut. Warna ini adalah warna api, daun musim gugur, dan matahari terbenam serta terbit. Warna-warna ini biasanya digunakan untuk menggambarkan energi, semangat, dan hawa positif.

Warna merah dan kuning adalah warna primer. Jika warna orange dicampurkan pada kedua warna ini, maka warna yang muncul akan memberikan kesan hangat. Warna seperti ini dapat digunakan untuk desain yang menggambarkan kesan bahagiah, bergairah, antusias, dan penuh energi.

Berikut ini warna-warna yang termasuk dalam warna panas :

1. Merah

Warna ini merupakan warna yang paling panas di antara warna lainnya. Merah seringkali dihubungkan dengan api, kekerasan, dan juga peperangan. Seringkali warna ini juga dihubungkan dengan cinta dan gairah. Dalam sejarah, warna merah juga seringkali diberikan untuk melambangkan iblis ataupun cupid (malaikat cinta). Dari segi psikologis, warna merah yang panas dan membangkitkan emosi dapat berpengaruh lebih jauh hingga ke dampak fisik. Misalnya seperti peningkatan tekanan darah dan tingkat respirasi. Warna merah juga digunakan untuk melambangkan peningkatan metabolisme manusia.

Karena warnanya yang panas, warna merak seringkali digunakan untuk menggambarkan situasi yang penuh kemarahan dan juga sebagai peringatan akan sesuatu yang bersifat penting/urgent, seperti tanda peringatan, alarm warning, dan sebagainya.

2. Orange

Seperti namanya, warna orange selalu dikaitkan dengan buah jeruk. Warna ini memberikan kesan yang bersemangat dan energik. Warna ini juga dapat dikaitkan dengan musim gugur dan bumi. Warna ini mewakili perubahan musim.

Selain itu warna orange juga dikaitkan dengan kesehatan dan vitalitas. Hal ini disebabkan karena nama yang sama yang juga digunakan untuk buah. Warna orange juga seringkali digunakan sebagai pengganti dari warna merah. Sifatnya dipandang menimbulkan kesan yang lebih ramah dibandingkan warna merah.

3. Kuning

Dari ketiga warna ini, kuning dianggap sebagai warna yang paling hangat. Sebab, warna ini sama dengan sinar matahari. Selain itu, warna ini juga digunakan untuk menggambarkan kebahagian dan harapan. Di sisi negatif, kuning digunakan untuk menggambarkan penipuan dan pengecut. Seringkali warna ini juga digunakan untuk menunjukkan tanda bahaya, walapun tidak sekuat warna merah.

Warna ini memiliki berbagai pemaknaan yang berbeda di beberapa negara. Misalnya di Mesir, kuning melambangkan suasana berkabung. Sementara itu, di Jepang, kuning melambangkan keberanian. Di India, kuning digunakan untuk pedagang.

Warna kuning yang lembut biasanya digunakan untuk warna gender netral pada bayu dan anak-anak. Cahaya dari warna kuning juga dapat menimbulkan kesan tenang.

Untuk desain yang tepat, gunakan paduan dari ketiga warna ini untuk menggambarkan sebuah kehangatan yang penuh dengan semangat, kebahagian, dan keceriaan. Pastikan anda memilih jasa percetakan yang tepat untuk mewujudkan karya desain terbaik anda

Penggolongan warna sendiri terdiri dari beberapa jenis, yaitu : warna primer, warna sekunder, warna tersier, warna netral, warna panas, warna dingin, dan warna kontras. Pada artikel kali ini kita akan membahas 2 jenis penggolongan sekaligus, yaitu warna dingin dan warna komplementer.

Warna yang termasuk dalam golongan warna dingin adalah warna hijau, biru, dan ungu. Warna ini memberikan kesan pribadi yang pendiam. Yang mewakili warna ini adalah warna malam, alam, dan air yang biasanya membawa ketenangan.

Satu-satunya warna primer dari penggolongan warna dingin ini adalah warna biru. Sedangkan warna lainnya dibuat dengan menggabungkan biru dengan warna hangat (kuning, hijau, dan merah untuk ungu). Warna hijau mengambil beberapa atribut kuning. Sedangkan Warna ungu mengambil atribut warna merah.

  1. Hijau

Hijau menunjukkan sebuah awal yang baru dan pertumbuhan. Warna ini juga memberikan kesan kelimpahan. Namun dari sisi negatif, hijau juga dipakai untuk menggambarkan iri hati, cemburu, dan kurangnya pemahaman.

Hijau memiliki sifat yang menenangkan seperti warna biru. Dalam dunia desain, hijau dapat memiliki menyeimbangkan dan menyelaraskan. Oleh karena itu, warna hijau sangat cocok digunakan untuk desain yang berkaitan dengan kekayaan, stabilitas, dan pembaruan. Untuk warna hijau cerah, biasanya member kesan energik dan bersemangat. Sementara Hijau gelap menggambarkan kemakmuran.

  1. Biru

Pada sisi negative, biru digunakan untuk menggambarkan kesedihan dan hal itu digunakan dalam bahasa Inggris. Namun, biru juga digunakan untuk menggambarkan ketenangan dan tanggung jawab. Warna ini dipandang sebagai warna yang ramah dan menyegarkan. Biru juga seringkali dikaitkan dengan perdamaian dan mempunyai maksa spiritual dalam banyak agama dan tradisi.

Makna dari warna biru pada dasarnya sangatlah luas. Hal ini bergantung dari penggunaan rona keteduhan yang tepat. Cahaya kebiruan menggambarkan suasana santai dan menenangkan. Sementara biru terang memberikan gambaran energi dan kesegaran. Warna biru gelap cocok untuk desain perusahaan yang ingin menggambarkan kekuatan dan kehandalan.

  1. Ungu

Warna ungu memiliki beberapa makna. Warna ini seringkali dihubungkan dengan kerajaan. Namun juga seringkali dikaitkan dengan kreativitas dan imajinasi. Di Thailand, Ungu adalah warna berkabung bagi para janda. Sementara itu warna ungu gelap dikaitkan dengan kekayaan dan royalty. Warna ungu yang ringan seperti lavender memberikan kesan romantis. Ungu gelap memberikan kesan kekayaan dan kemewahan. Sementara cahaya ungu yang lebut berhubungan dengan musim semi dan asmara.

Penggolongan berikutnya adalah warna kontras dan monotone. Warna kontras terdiri dari kontras komplementer, kontras split komplemen, kontras triad komplementer, kontras tetrad komplementer. Sementara warna monotone terdiri dari monotone chromatic dan monotone achromatic.

1. Kontras komplementer

Kontras komplementer adalah dua warna yang saling berseberangan (sudut 180°) dilingkaran warna. Kedua warna dengan sudut ini menghasilkan hubungan kontras yang paling kuat, terang, dan hidup. Skema warna golongan ini yang paling umum adalah kombinasi warna primer dan sekunder. Contoh warna yang termasuk dalam penggolongan warna ini adalah warna hijau dan merah, orange dan biru, serta kuning dan ungu. Kombinasi dari golongan ini merupakan kombinasi warna panas dan dingin.

2. Kontras split komplemen

Kontras split komplemen merupakan dua warna yang saling berseberangan dengan sudut yang mendekati 180°. Skema ini memang kontras namun tidak ekstrim. Misalnya warna kuning dipadukan dengan merah ungu atau biru ungu. Jadi skema ini memadukan 3 warna.

3. Kontras triad komplementer

Golongan warna ini merupakan tiga warna di lingkaran warna yang membentuk segitiga sama kaki dengan sudut 60°. Skema warna ini menciptakan kombinasi warna yang hidup.

4. Kontras tetrad komplementer

Penggolongan ini disebut juga double komplementer. Skema ini memadukan 4 warna yang membentuk bangun segi empat (sudut 90°).

5. Monotone Chromatic

Skema warna monotone chromatic merupakan paduan satu warna dengan variasi saturasi atau bayangan.

6. Monotone achromatic

Skema warna  achromatic merupakan paduan satu warna dari putih ke hitam.