All for Joomla All for Webmasters
Artikel

Bingung cara memadukan warna? Skema warna Part 1

Halo sobat kali ini akan saya bhs mengenai skema warna, Skema warna adalah hal yang penting untuk diketahui terutama bagi anda yg berjalan di dunia desain grafis atau percetakan. Dengan mempelajari skema warna, kita menjadi tahu warna-warna apa saja yang cocok untuk dipadukan saat membuat hasil karya desain yang akan dicetak. Terdapat 7 skema warna yang akan kita bahas. Namun pada artikel kali ini kita akan membahas 4 skema warna saja.

  1. Skema warna monokromatik (monochromatic color scheme)

Skema warna ini dibuat dengan menggunakan satu warna yang sama pada roda warna namun dibuat dalam beberapa shades (gelap), tints (terang), atau tones sehingga memberikan perpaduan warna yang berbeda pada warna monokromatik. Shades adalah warna murini yang dicampurkan dengan warna hitam. Tints adalah warna murni atay hue yang dicampurkan dengan warna putih. Tones adalan warna murni atau hue yang dicampurkan dengan warna abu-abu. Skema warna ini memberikan kesan bersih dan elegan.

Pada contoh skema monokromatik di bawah ini, seluruh badan lure menggunakan versi warna hijau. Warna yang dibutuhkan adalah hijau, hitam, dan putih. Dengan menggunakan rasio yang berbeda dari putih ke hijau atau hitam ke hijau akan memberikan semua variasi warna yang anda butuhkan.

Berikut ini contoh lain dari warna monokromatik:

  1. Skema warna yang saling melengkapi / komplementer (complementary color scheme)

Dalam skema warna ini, semua warna yang digunakan adalah warna yang saling berlawanan pada roda warna. Mata manusia cenderung tertarik pada sesuatu dengan warna komplementer. Ketika anda merancang lure (umpan palsu) untuk dijual komersil dicat dengan warna komplementer (ungu dan kuning), dan menempatkan umpan monokromatik disamping umpan komplementer dalam satu rak, para pembeli/pemancing mungkin lebih tertarik pada umpan dengan warna komplementer (dengan asumsi pengerjaan cat yang baik).

Contoh dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Anda mungkin akan melihat bahwa skema warna ini cenderung untuk memberikan hal yang lebih jika dibandingkan dengan warna monokromatik. Ini adalah ciri khas umpan yang dicat dengan cara komplementer, orang-orang melihat demikian.

Warna skema mungkin melibatkan warna kombinasi. Pasangan komplementer mencakup biru dan oranye, merah dan hijau, serta ungu dan kuning. Skema warna komplementer ini dapat menggunakan berbagai tingkat kecerahan dan kejenuhan untuk meningkatkan berbagai warna.

Berikut ini contoh lain dari skema komplementari :

  1. Skema warna analog (Analog Color Scheme)

Skema warna yang analog menggunakan satu warna pada roda warna dan dua warna di sebelahnya. Contoh skema warna Analog hangat adalah merah, oranye dan kuning atau sementara skema warna analog dingin adalah biru, ungu dan hijau.

Pendekatan skema analog yaitu memilih warna, 3 sampai 5 warna yang berdekatan satu sama lain dalam diagram roda warna. Skema analog yang paling terkenal adalah skema warna yang digunakan pada umpan klasik firetiger dengan pola yang terdiri dari warna hijau terang, kuning, dan orange.

Contoh skema warna analog :

Demikianlah sedikit coretan mengenai skema warna, Pada artikel berikutnya kita akan membahas 4 skema warna lainnya. Simak terus artikel dari kami agar anda dapat menemukan perpaduan warna yang baik untuk desain yang akan anda cetak. Jangan Bingung memadikan warna, pelajari skema warna dan Selamat mencoba!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Popular

To Top