All for Joomla All for Webmasters
Artikel

Bagaimana Percetakan Tradisional Bekerja?

Abad 15 adalah masa di mana teknologi percetakan muncul sebagai sebuah penemuan besar. Adanya perkembangan percetakan modern memungkinkan dicetaknya ribuan buku di dunia. Meskipun saat ini banyak surat kabar, buku, dan berbagai media yang dicetak beralih menjadi versi online, percetakan tetap menjadi sektor yang sangat penting seperti sedia kala. Lihatlah ruang di sekeliling anda dan anda akan menemukan banyak jenis hasil cetak, mulai dari stiker, T-shirt, poster, dan lain-lain. Jadi, bagaimana sebenarnya mesin pencetak bekerja? Pada artikel kali ini kita akan memperlajari beberapa cara kerja mesin percetakan tradisional sehingga kita memahami perbadingannya dengan mesin percetakan digital. Mari kita lihat lebih dekat cara kerjanya.

Proses percetakan berarti proses memproduksi kata dan gambar pada kertas, plastik, kain, atau material lainnya. Proses ini dapat menghasilkan lukisan yang sangat mahal hingga jutaan copy dari novel terkenal seperti Harry Potter. Dalam bahasa Inggris, percetakan disebut printing. Mengapa disebut printing? Kata printing awalnya berasal dari bahasa latin premĕre yang artinya menekan, karena segala hal yang berhubungan dengan percetakan melibatkan proses penekanan satu benda ke benda lainnya.

Meskipun ada banyak jenis, pada dasarnya percetakan melibatkan konversi dari kata-kata atau gambar yang kita buat menjadi sebuah cetakan yang disebut piring percetakan yang ditutupi oleh tinta dan kemudian ditekankan pada selembar kertas, atau media lainnya sehingga hasil cetaknya menjadi sama dengan informasi atau gambar awal yang kita buat. Beberapa bentuk percetakan yang popular seperti fotokopi, inkjet, dan percetakan laser, bekerja dengan melakukan transfer tinta  pada kertas menggunakan panas atau listrik statis.

Terdapat 3 jenis metode umum dalam percetakan tradisional, yaitu Reflief atau Letterpress, gravure atau intaglio, dan offset. 3 Metode ini melibatkan proses transfer tinta dari lempengan cetakan kepada media yang akan dicetak, tetapi setiap metode ini sedikit berbeda:

  • Relief adalah metode cetak tradisional yang paling dikenal. Jika anda pernah membuat potato print atau menggunakan mesin ketik kuno, artinya anda pernah menggunakan metode cetak ini. Dasar ide dari metode ini adalah anda membuat sebuah pola dengan versi terbalik dari gambar yang ingin anda cetak, kemudian anda menempelkan permukaan pola tersebut pada permukaan lempengan cetak dan memberikan tinta di atasnya. Karena permukaan cetaknya lebih tinggi dari bagian lempengan lainnya, maka hanya bagian permukaannya yang memberikan tinta. Setelah itu, tekan lempengan yang telah diberikan tinta tersebut pada kertas atau media cetak lainnya dan hasil cetak anda akan muncul pada media cetak.

  • Gravure merupakan metode kebalikan dari cetak relief. Metode cetak ini dilakukan dengan menggali atau membuat ukiran dalam dari gambar yang ingin kita cetak pada lempengan cetak. Ketika anda ingin mencetak gambar tersebut, anda tinggal melapisi ukiran yang anda buat dengan tinta. Setelah itu kita memindahkan piringan yang bersih sehingga tinta tersebut hilang dari permukaan namun tetap tinggal pada bagian yang anda ukir. Langkah terakhir, anda tinggal menekan piringan tersebut pada media cetak, sehingga tinta tersebut berpindah pada media cetak.
  • Offset, merupakan metode cetak dengan transfer tinta dari lempengan cetak pada media cetak, namun cara kerjanya tidak dengan menekan lempengan pada media cetak secara langsung. Lempengen yang telah diberi tinta ditekankan pada sebuah roll, kemudain roll tersebut akan memindahkan gambar yang ingin dicetak pada media cetak dengan menekan media cetaknya. Offset printing tidak menggunakan lempengan piring untuk mencetak berkali-kali pada media cetak. Metode ini menghasilkan kualitas cetak yang lebih tinggi.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Popular

To Top